Satu kata itu yang sekarang sedang berkecamuk di dalam diriku
di satu sisi aku ingin melihat mama bahagia
tapi di sisi lain aku tidak rela ada sosok lain yang menggantikan bapak di sisi mama dan juga keluargaku
aku merasa tak ada yang bisa menggantikan bapak di hatiku
siapapun itu, seperti apapun itu
mungkin memang bapak bukanlah seorang yang sempurna dimata semua orang
tapi di mataku bapak adalah orang yang paling sempurna yang pernah ku kenal dan ku miliki di dunia ini
dan itu tak akan pernah terganti sampai kapanpun bahkan sampai ajal menjemputku
lalu bagaimana dengan mama?????
Pertanyaan itu selalu datang mengacaukan pikiran dan perasaanku
Mama butuh seorang yang selalu ada di sampingnya, yang bisa memberikan kebahagiaan kepadanya
Yang bisa menjadi penuntun dan penopang saat ia rapuh….
Aku pun sadar akan hal itu
Tapi aku tak bisa menipu diriku sendiri
bahwa aku belum bisa dan mungkin tidak akan pernah bisa menerima dia sebagai pengganti bapak
aku bingung
siapa yang harus aku dahulukan
apakah kebahagiaan mama????
Tapi dengan konsekwensi hatiku bakal terluka
Dan mungkin luka itu tidak akan pernah sembuh untuk selamanya
Ataukah mengikuti perasaanku
Tapi dengan konsekwensi merenggut kebahagiaan mama
Ya Allah….
Aku bingung…
Bantu aku untuk menentukan semua ini ya Allah
Ini terlalu sulit buat ku ya Allah…
Apakah aku harus mengenyampingkan perasaanku demi kebahagiaan mama yang ku sayang?????
Kalau memang itu yang terbaik buat mama dan semuanya
Aku rela…
Sekalipun aku harus memberikan nyawaku kepadanya aku rela
Asal mama bisa tersenyum bahagia
Biarlah aku yang merasakan sakit ini sendiri
Asal mama bisa bahagia
Aku rela….
Ketika semua yang tidak ku inginkan terjadi
Satu janjiku
Aku tidak akan memanggilnya dengan sebutan “bapak”
Dan juga saya tidak akan pernah tinggal satu atap bersamanya
Apapun yang terjadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar