Mungkin bagi sebagian orang, hari ulang tahun adalah hari paling membahagiakan setiap tahunnya. akupun sempat merasakan hal itu. Tapi, semua kebahagiaan itu sirna sejak ayah yang paling ku sayangi pergi meninggalkanku sebulan setelah ulangtahun ke-15 ku. Hatiku sangat terpukul, semua hal-hal indah saat merayakan ulangtahun bersama ayah dan ibuku, kado-kado indah yang mereka berikan kepadaku kini tinggal kenangan yang tersimpan jelas di memoriku. Bahkan kado terakhir ayahku masih ku simpan sampai sekarang yaitu HP sony ericsson W850i, HP idamanku dan sekarang menjadi HP kesayanganku, walau sedikit rusak tapi tetap ku pakai mendengar music.
Waktu berjalan begitu cepat, sekarang usiaku tepat 19 tahun. 4 tahun sudah ku merayakan ulang tahun tanpa ayah disisiku, tanpa kecupan sayang darinya, tanpa kado-kado istimewa yang menjadi penanda bertambahnya usiaku, tanpa ucapan selamat ulang tahun yang selalu ku dengar saat masih bersamanya.
Sakit, perih ku rasa saat mengingat kembali semua yang pernah ku lewati bersamanya. Ayah… sekarang anakmu ini sudah berusia 19 tahun. Aku tau kau pasti melihat ku di atas sana dan mengucapkan “selamat ulang tahun nak, bapak selalu sayang yayu”. Ayah…. Terima kasih untuk semua pengorbanan mu untukku selama hidupmu. Hanya doa yang bisa ku panjatkan kepada Allah, semoga engkau di beri tempat terindah di sisiNya. Amin.
Ayah… memang sampai usia ke-19 ku ini aku belum bisa memberikan penghargaan apapun kepada mu sebagai tanda terimakasihku. Tapi percayalah, suatu saat nanti anak mu ini pasti bisa membuat mu tersenyum bangga di atas sana. Percayalah ayah. Aku janji pada diriku sendiri dan padamu.
Ayah…
Taukah kau apa yang paling aku inginkan di hari ulangtahunku ini???
Hanya satu keinginan terbesarku. Aku bisa melihatmu lagi dan meminta maaf padamu ayah. Karna terlalu banyak dosa yang ku lakukan terhadapmu dan sampai saat2 terakhirmu aku belum sempat mengucapkan kata maaf kepadamu.
Ya Allah…
Ku mohon padamu, sampaikan kata maafku kepadanya, katakan padanya aku sayang dan merindukannya. Aku ingin memeluknya seerat mungkin hingga ia tidak akan pernah meninggalkanku sendiri seperti sekarang. Aku butuh ayah di sampingku untuk menuntunku. Aku terlalu lemah untuk berjalaan sendiri tanpanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar