Senin, 11 Juli 2011

KANGEN




Bersimpuh aku di pusara ayahku 

kamboja putih kutaburi

al Fatihah kukirim

bersama siraman air mawar.


Sunyinya hidup tanpa ayah

penunjuk jalan pengingat alpaku

bimbingan ayah tak mungkin

kulupa walau jasad bercerai roh.


Ayah...

tiba-tiba saja aku merindukanmu

ingin sekali kucium tanganmu

yang begitu banyak berkorban

untukku.


Ayah....

Terimakah titipanku?

yang kukirim tiap waktu

istimewa dan khusus untuk

ayah seorang.


Ayah...

berbahagialah di sana

bersama teman-teman

yang pastinya baik-baik

seperti ayah.


Ayah....

selayaknya ayah bersama-sama mereka

yang menjadi kesayangan Allah

yang menjadi kekasih Allah.


Tuhan...

limpahlah rahmat

bersama barakahMu

kepada dia

ayah yang kukasih.


Tuhan...

layakkah aku

bersama ayah dan teman-temannya

di tempat bahagia yang

dilimpahi rahmat dan barakah

sepanjang masa itu? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar