Semenjak kepergian ayah 14 juli 2007
Dunia bagai kiamat, awan cerah berubah mendung seketika
Perasaan sedih, marah, tak terima berkecamuk di dadaku
Dadaku sesak seketika, air mataku jatuh tak terbendung
Melihat Sosok tegar dan bersahaja Terbujur kaku di hadapanku
Aku tak menyangka ayah yang ku sayangi pergi begitu cepat
Untuk menghadap Sang Pencipta
Sesungguhnya, aku belum siap menghadapi semua ini
Terlalu cepat Allah mengambil ayah dari sisiku
Aku masih terlalu rapuh untuk menghadapi hari esok sendiri tanpa ayah di sampingku
Tapi…
Seiring berjalannya waktu
Aku sadar bahwa ternyata Allah lebih menyayangi ayah
Sehingga Ia memanggilnya cepat
Akhirnya
Aku mulai bisa mengikhlaskan kepergian ayahku
Walau dengan sangat berat hati
Tapi aku mencoba untuk tegar
Agar ayahku bisa tenang menghadap Sang Pemberi Hidup
Dan demi mamaku tersayang
Agar Iapun tidak larut dalam kesedihan yang berkepanjangan
Dan kini
Setelah 4 tahun kepergiannya
Aku sudah mulai bisa mengikhlaskan kepergiannya
Dan mulai menata hidup baruku bersama mama tanpa ayah di sisi
Walau tertatih…
Namun kami tak pernah menyerah menghadapinya dengan terus bergandengan tangan
Ayah…
Aku tau kau melihat kami dari surge
Aku harap kau bisa tersenyum bahagia di sisi Allah SWT…
Amin….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar