Senin, 24 September 2012

JOGJAKARTA


Berawal dari cari tugas pengertian public speaking saya tiba-tiba terdambar ke satu blog yang isinya itu diceritakan dengan bahasa yang ringan sampai-sampai saya tidak jadi cari tugas dan membaca tulisan-tulisan yang ada di bog itu. ndak tau sudah berapa artikel yang saya baca dan ada satu tulisan yang bikin saya senyum-senyum sendiri bacanya. Bukan karena ceritanya lucu, tapi karena di tulisan itu penulisnya cerita tentang lagu kesukaanya yaitu Jogjakarta yang dinyanyikan Kla Project. Katanya dia suka lagu itu karena setiap dengar lagu itu jadi ingat si ayangknya yang tinggal di jogja.. jreng.. jreng..
 ini lirik lagunya..
Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja
Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu
(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati
Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
(untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…
(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)
Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…


Trus apa hubungannya dengan saya???
Ada dong.. karena baca tulisan itu, saya jadi ingat waktu jalan-jalan ke jogja yang sungguh sangat sesuatu dan penuh perjuangan namun semua terbayar dengan bersenang-senang selama 3 hari di sana. Tidak seperti Jakarta yang tidak bersahabat, di Jogja saya bersama pasukan (jay, tiwi, rya n rahma) menghabiskan sisa liburan dan juga sisa kepeng di atm (songong) yang sudah duluan terkuras untuk study tour di Jakarta. Di temani my best friend “Ratna” beserta 3 temanya dan juga Zulfan, kami berkeliling kota jogja. Beginini ceritanya…
Berawal dari rencana study tour, saya dan pasukan akhirnya bikin rencana jalan-jalan ke Jogja. Ndak tau kenapa Jogja jadi pilihan kami, mungkin karena Jogja yang dekat dari Jakarta (padahal tidak juga) dan berhubung saya pengen sekali ketemu my best friend yang sudah 4 tahun tidak pernah ketemu.
Singkat cerita, setelah seminggu bersusah-susah di Jakarta (betul kata pepatah “bersusah-susah dahulu, bersenang-senang belakangan) malam harinnya kami (tepatnya si dardon) cari tiket kereta ke jogja dan ternyata tadaaaaa…. Tiketnya habis boooo…. Gila g’ tu??? Mana besok harus keluar dari rumah itu lg. di saat seperti inilah di butuhkan relasi, dan untungnya yayu banyak relasinya ya (songong lagi). sekitar jam 10 atau jam 11 (lupa tepatnya) saya nelpon om ku (om Dahlan) yang di depok buat mintol carikan tiket bis ke jogja untuk besok. Yahh.. akhirnya setelah mencari-cari dengan susah payah akhirnya om Dahlan bisa dapat tiket untuk kami ke jogja (huufffttt.. legaaaa) *makasih om J*
Keesokan harinya kami di jemput untuk ke Depok ngunjungin rumah om dahlah dan juga sekalian berangkat ke jogja (karena bisnya di depok) *lirik jay, tiwi, icha, rahma n rya yang ndak pake acara mandi* hahahaha…
Setelah sampai di Depok kita di suguhi makanan oleh sang tuan rumah. Dasar “balala” setelah di tawari makan kami makan dengan lahap lalu yang belum mandi ya mandi dan kami siap melanjutkan perjalanan ke Jogja.
Di temani si “HANDOYO” yang AC-nya antara ada dan tiada kami meluncur ke Jogja *Jogja We’re coming*. Setelah bertepat-tepar selama berjam-jam di atas HANDOYO kamipun akhirnya sampai di Jogja. Tapi tidak sampai di situ, si HANDOYO yang rencananya turunin kami di terminal giliwangan malah turunin kami di terminal Jombor *jrengg… jrengg* “puyeng g’ tuch????”. Mana tadi si Ratna SMS katanya ndak bisa jemput lagi (mampus kan), tapi untungnya ada temannya si Icha yang jemput (bukan saya n pasukan, Cuma Icha). Tp setidaknya ada orang yg tau Jogja gitu yg bisa jd tempat bertanya. Setelah melalui perdebatan panjang di antara kami dan tawar menawar dengan mobil akhirnya kami sampai di penginapan. Setelah cekin kami merebahkan badan *hahh.. akhirnya sampai juga di Jogja*.
Tidak lama berselang si Zulfan datang dan kami (tanpa pasukan) sekedar bernostalgila masa-masa SMP. Karena si Ratna belum datang-datang, padahal kami sdh cerita lama akhirnya Zulfan pamit pulang. Tidak lama setelah  Zulfan pulang Ratna Datang *taaaarrrraaaaa* akhirnya setelah 4 tahun kita bisa ketemu lagi. kami tak sempat bercerita banyak karena perjalanan liburan kami akan segera di mulai. Saya dan Ratna harus pergi ambil mobil (bukan di antara kami ber-2 yg bawa ya) di kost temannya Ratna.
Setelah ada mobil, perjalanan pertama kita adalah ke PARIS ( Pantai Parangtritis).  Di sana kita habiskan hanya untuk berfoto-foto (dasar gifo). Setelah beberapa jam di “PARIS”  dan haripun sudah mulai gelap kami lanjutkan perjalanan ke alun-alun selatan. Di sana kami mencoba jalan melewati pohon kembar (seru bo..) dan tidak ketinggalan ngeksis *tetep*. Setelah puas main dan gifo kami (saya, Ratna n Zulfan) lanjut bernostalgila (kangen). Sampai lumayan malam kami akhirnya pulang kembali ke penginapan.
Keesokan harinya masih ditemani ratna beserta temnannya dan juga Zulfan, perjalanan kami lanjutkan kembali. Hari ini jadwalnya kami ke Borobudur. Sampai di sana tak ada lain dan tak bukan kami ngeksis lagi (kayaknya habis itu gaya). Kami d borobudur sampai siang kemudian kami lanjut ke Malioboro. Di Malioboro Kami keliling-keliling sambil tak lupa berbelanja dan juga tetap gifo ya (walau pake kamera orang) hanya di temani Zulfan karena Ratna ada urusan. Tidak rasa hari sudah gelap tapi kami belum rela pulang. Walau sisa saya, jay n tiwi di temani Zulfan (rahma n rya pulang mi) kami jalan ke kilometer nol. Di sana kami sekedar duduk dan lagi-lagi ngeksis. Namun ada yang menarik di sini. Saat kami lagi duduk-duduk, datang tukang tato keliling menawarkan jasa tato yang membuat jay n tiwi tertarik dan akhirnya menato tangan mereka (ababil mentong). Setelah puas bertato-tato ria dan kamipun pulang setelah mengisi perut.
Masih ada satu hari kami di Jogja dan hari itu kami habiskan lagi-lagi ke malioboro tapi kali ini ditemani Ratna. Keesokan harinya adalah hari terberat (lebay) karena kami harus meninggalkan Jogja *bye jogja.. Bye Ratna*. Kamipun ke terminal ditemani Ratna n Zulfan lagi (baik memang kalian berdua). Selama sekitar 2 jam menunggu, si KRAMADJATI akhirnya datang juga. Kami berpamitan ke 2 sejoli yang setia jd tour gaide buat kami selama di Jogja. Saya berpelukan dengan Ratna, rasanya tiga hari untuk menebus 4 tahun belum cukup. tapi apa boleh di kata, kita harus berpisah demi masa depan yang cerah *amin* tapi pasti suatu saat kita bakal ketemu lagi kok, tenang sj.
Akhirnya perjalanan kami di Jogja selesai dan kami pulang membawa kenangan-kenangan indah yang tak terlupakan. Dan satu, suatu saat (entah kapan) saya bakal kembali ke sana lagi, amin.
Makasih ya Ratna… makasih ya Zulfan… makasih ya temanya Ratna (lupa nama)… tanpa kalian mungkin kami tidak akan bisa bersenang-senang di Jogja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar